Rabu, 24 Desember 2014
Menjadi Penyiar Radio Actari Fm
Gue kenal sama Radio ini sebenarnya cukup lama. Sebagai pendengar Radio,dulu gue suka dengerin "Mistery Of Life", program horor yang suka disiarkan tiap malam jumat dan menjadi program unggulan Radio Actari saat itu. Gue juga pernah dapat pengalaman yang cukup berkesan di tahun 2008,ketika Radio Actari ini kedatangan d'Masiv buat keperluan promo album pertamanya, gue jadi salah satu yang punya kesempatan buat ngobrol on the air dan dapat CD original mereka. Cukup senenglah saat itu. :)
Radio Actari adalah anggota dari PRSSNI dengan format radio multi segmen, dengan begitu radio ini bisa menarik semua kalangan buat jadi pendengarnya. Radio yang studionya beralamat di Jalan Raya Cikoneng no 171 Ciamis ini pun cukup dikenal di kawasan priangan timur. karena itu,radio ini mampu menjadi center iklan dari berbagai perusahaan yang membutuhkan jasa untuk membesarkan produknya.
Itulah profile singkat yang gue tangkap tentang radio ini.
Serius ga kefikiran sebelumnya, kalo gue bisa jadi bagian dari radio actari. Radio yang dulu suka gue dengerin,cuman nikmatin diri diposisi sebagai pendengar tapi sekarang gue bisa jadi penyiarnya.
Pengen tau jalannya kayak gimana? Begini story-nya..
Di tahun 2011 gue menemukan program BRAVO PERSIB di Radio Actari yang dibawakan oleh Kang Yosef Aditama sebagai penyiarnya. Dari program ini gue bisa mengenal lebih dekat Kang Yosef karena gue sendiri punya komunitas yang berkorelasi dengan programnya. Karena itu,gue bisa dikasih kesempatan buat masuk studio dan siaran bareng dengan peran gue sebagai komentator acara. Pengalaman masuk studio dan siaran itu bukan pertama untuk yang terakhir karena selanjutnya malah berlanjut gue suka ikut siaran bareng sama Kang Yosef.
Dari rutinitas itu gue bisa ngerasain asyiknya jadi penyiar lalu tumbuhlah keinginan dalam diri gue buat bisa gabung jadi penyiar resmi di Radio Actari.
Karena dapat pengalaman ikut siaran ampir setahun lebih,keinginan buat jadi penyiar semakin menjadi-jadi. Gayung bersambut, di bulan oktober 2012 radio actari ini melakukan refresh program dan penambahan crew, dari sana gue serasa dapat celah untuk masuk memujudkan keinginan. Tapi gue ga langsung berani melamar,yang ada saat itu gue lebih memilih untuk pengen mengenalkan diri dulu ke semua crew disana. Niatnya sih gue pengen ngerasa deket aja dan suatu saat nanti pas gue melamar disini mereka ga bakal merasa asing sama sosok gue. Sifat asli gue sebenernya pemalu tapi di studio ini gue berusaha supel dan cepat mengakrabkan diri. Hasilnya cukup memuaskan,gue bisa kenal & akrab sama semua crew sampe produser. Yay!
Sempat akhirnya gue bikin rencana ngelamar/ngungkapin keinginan buat jadi penyiar ke produser di awal tahun 2013 tapi satu hari sebelum tahun baru gue ngalamin kecelakaan yang membuat luka di kaki kanan sampai dijahit. Kejadian itu mengharuskan gue menghabiskan waktu buat penyembuhan sampai 1 bulan.
Sembuh dari luka ga langsung membuat gue melanjutkan rencana yang tertunda. Masuk bulan februari gue belum berani membawa kendaraan jauh dari rumah karena faktor kecelakaan hebat yang gue alamin membuat gue waktu itu masih trauma dengan lalu lintas.
Meski belum berani ke studio,gue masih bisa komunikasi dengan beberapa penyiar actari lewat hp. Dan ketika di pertengahan bulan februari gue dapat kabar dari Dion (penyiar Actari) kalo dia mau segera mengundurkan diri karena pengen lebih fokus sama kuliahnya, dia pun menyarankan gue untuk bisa melamar guna mengganti posisinya. Bener bener ngerasa mendapatkan jalan yang lebar saat itu.
Merespon kondisi dan saran dari Dion,di tanggal 07 maret 2013 sekitar jam 7 malam gue jalan ke studio. Dan ada kejadian menarik lho ketika itu, sekitar 200 meter lagi gue nyampe studio di kawasan itu malah mati lampu. Keadaan itu bikin gue menyisikan kendaraan buat berhenti karena fikiran gue mendadak ragu buat pede ngungkapin keinginan buat ganti posisi Dion.
Dengan kendaraan berhenti, di pinggir jalan gue menerka-nerka apa yang bakal terjadi saat nanti gue bilang pengen jadi penyiar disana. Karena sifat pemalu gue juga kali, saat itu gue malah sempet punya niat juga mau balik lagi terus menunda rencana yang justru pernah tertunda dari dulu. Tapi waktu itu keyakinan gue mampu menyingkirkan beberapa pikiran negatif gue dan akhirnya gue melanjutkan perjalanan buat ke studio.
sampainya di studio,disana ada operator namanya Kang Godam yang tetap stay dalam kegelapan akibat mati lampu. Dengan sedikit basa basi dengan diselimuti cerita, gue ngutarain keinginan buat jadi penyiar menggantikan posisi yang ditinggalin Dion. Kang Godam pun menyarankan gue buat segera ngomong sama Produser, namanya Pak Anggi (gue suka memanggilnya Aa karena keakraban yang dirasa). Baiknya, Kang Godam begitu ngebantu gue banget. Saat itu juga dia mempertemukan gue sama produser buat mendukung keinginan gue.
Kepada Pak Anggi gue langsung menyampaikan keinginan. Dan ini dia keuntungan gue bisa kenal dulu sebelumnya sama Pak Anggi, dia tidak banyak keraguan buat membuka pintu untuk gue mencoba gabung di Radio Actari. Gue pun langsung disarankan besok siangnya datang lagi ke studio dan menemui Teh Eni (Penyiar dan Program Director Actari). Malam itu gue pun pulang dengan senyum sepanjang jalan, dan sampai dirumah gue pun berfikiran soal mati lampu tadi,kemudian gue menyimpulkan soal kejadian itu kalo mati lampu adalah bagian dari cara Tuhan buat mendukung keinginan gue. Apa maksudnya mendukung? Karena dengan mati lampu gue bisa leluasa ngobrol bareng operator dan juga produser di studio, hal yang mungkin kalo ga mati lampu mereka bakal mempunyai kesibukan sendiri sendiri dengan perangkat elektroniknya.
Keinginan sudah tersampaikan. hari jumat,08 maret 2013 gue datang lagi ke studio dan langsung menemui teh eni. Gue harus menemui Teh Eni karena dia yang dipercaya produser buat menyeleksi penyiar baru.
Dihadapan Teh Eni gue menyampaikan lagi keinginan gue untuk jadi bagian dari radio actari dengan berbagai alasannya. Diluar dugaan, waktu itu gue langsung di interview padahal gue tanpa persiapan. Kali ini gue serius karena gue gak mau jika Teh Eni malah dapat kesan kalo gue ini pengen jadi penyiar hanya karena rasa penasaran atau main main. Dia langsung menguji gue dengan pertanyaan awal: "jadi penyiar disini itu bayarannya gak gede lho,mau?". Karena emang niat awalnya juga gue pengen jadi penyiar bukan buat nyari duit tapi karena passion jadinya di tahap itu gue mampu ngasih kesan positif ke Teh Eni. Begitupun beberapa pertanyaan lainnya gue jawab dengan lancar dan pastinya itu mampu memberi keyakinan juga sama Teh Eni kalo gue ini emang serius pengen jadi penyiar di actari.
Hari Sabtu,09 Maret 2013.
Gue yang sebelumnya udah dikasih jadwal sama Teh Eni buat di test on air datang ke studio dengan penuh semangat. Tepatnya jadwal gue buat on air di jam 1 siang, waktunya satu jam saja. Di moment ini gue memang beruntung,baru ngelamar trainingnya langsung on air,hal yang gak mungkin bisa didapatkan di radio lain. Tapi ini juga berkat hasil pendekatan gue sebelumnya,kalo gue emang udah ga asing lagi di tengah orang orang radio actari.
Cukup banyak koreksi yang di dapat dari hasil siaran perdana gue. walaupun sebelumnya gue ga asing dengan ruang studio dan segala perangkatnya karena suka ikut siaran bareng kang yosef tapi buat hari itu beda banget karena gue mesti ngomong dan mengoperasikan perangkat radio sendiri. yang gue rasain saat itu adalah gugup,bingung,kehabisan kata kata,kemudian kerepotan pas ada yang request lagu by phone karena gue mesti cepat mengoperasikan software sendiri.
Melihat kekurangan itu Teh Eni gak lantas menarik gue buat ga on air dulu,malahan dia menambah jadwal siaran gue dengan jam 7-8 malam. Untuk jadwal yang kedua ini,Teh Eni menugaskan Tina (Penyiar juga) buat jadi mentor gue. Sejak saat itu hari hari dimasa training gue jalani dengan jadwal 2 kali siran dalam sehari. Gue siaran dengan arahan Tina ga lebih seminggu,selebihnya gue jalani sendiri karena semua perangkat udah mulai bisa dikuasai. Masa training itu gue jalani selama 2 bulan,karena itu adalah kebijakan radio actari buat nerima penyiar baru disana.
Saking dijalaninya pake hati,waktu training 2 bulan ga ngasih gue keluhan apa apa. Sampe akhirnya itu terlewati dan lamaran gue untuk jadi penyiar resmi disana di acc produser. Mulailah gue dikasih jadwal buat bawain program yang durasinya lebih panjang. Nama program yang gue bawain adalah HOT REQUEST,tempatnya pendengar reques lagu favorit dan share tema yang gue angkat, jadwalnya reguler senin-jumat jam 20.00 - 23.00 WIB.
Ada juga program Jomblo Ngarep tiap sabtu jam 7-9 malam dan minggu jam 7-11 malam, ini tempatnya pendengar nyari kenalan dengan cara mengirimkan kontak pribadi untuk gue sebar ke pendengar yang lain. Untuk program ini terkadang bikin gue jengkel kalo udah nemuin orang2 yang cuman main2 buat ikutan program ini,tapi gue juga bisa senang saat ada testimoni dari pendengar kalo lewat program ini dia bisa dapat jodoh sampai menikah. Setiap waktu Gue makin menikmati peran gue menjadi seorang penyiar ini. Gue pun sangat merasa dihargai banget ketika di bulan juni 2013 gue mendapatkan bayaran dari hasil gue siaran. Meskipun soal duit gak gue simpan di urutan pertama dalam niat gue menjadi penyiar,tapi sekali lagi dengan itu gue sangat merasa dihargai.
Bulan demi bulan terlewati,semangat gue sebagai penyiar selalu stabil. Banyak faktor yang membuat gue gak pernah rasa jenuh selama siaran disini,salah satunya adalah sikap yang gue dapatkan dari orang orang di Actari. Kebaikan mereka menjadikan gue merasa selalu ada
dilingkungan keluarga. Tiap crew memberi andil buat karir gue di actari,salah satunya Teh Fani (administrasi) dia sering ngasih semangat dengan keakrabannya.
Di satu kesempatan Teh Fani sering perhatian berbagi makan siangnya. Makin lama makin kenal sama pemilik Actari, Pak Evan Paryono dan istri Bu Euis yang juga jadi orang tua Pak Anggi yang menjabat sebagai produser. Malah untuk Bu Euis gue sampe nganggap beliau itu sebagai ortu sendiri karena beliau sering memperlakukan gue seperti ke anaknya. Perhatian Bu Euis, kalo lagi siaran gue gak jarang dikasih makanan yang dianterin oleh suruhannya ke studio. Atau gue juga bakal selalu inget ketika dikasih pepatah dan motivasi oleh beliau. Sebagai penyiar baru di actari gue selalu dikasih semangat supaya betah disana. Tapi sayang,sekarang semua itu hanya bisa gue ingat aja. Ga akan bisa gue alamin lagi karena di tanggal 12 Desember 2013 Bu Euis dipanggil sama yang maha kuasa.
Banyak kenyamanan yang gue rasakan di actari. kenyamanan yang nyata adalah saat gue dikasih kepercayaan dan kebebasan yang penuh buat mengelola program. Hasil dari ini adalah gue mampu melahirkan program RELAX (request original soundrtack) tempat untuk request lagu yang sesuai perasaan dan menceritakannya setipa minggu jam 7-11 malam. kemudian VOICE OF REGGAE, program yang tayang perdana di tgl 3 januari 2014 ini sukses menyedot atensi yang luar biasa disetiap siarannya,on air tiap jumat jam 7-9 malam. Program yang baik adalah program yang sukses menarik pendengar yang banyak, dan kedua program yang gue buat telah masuk kategori itu. Gue akan selalu ngasah kreatifitas untuk actari. dengan jadi penyiar, gue memilih buat jadi anak muda yang ngelewatin masa ini dengan segala kegiatan positif. be better be broadcasters!
Semoga cerita gw ini bisa menginspirasi kalian yang mempunyai mimpi yang sama untuk menjadi broadcasters.. :)
Thanks yaa udah berkunjung ke blog gw ini...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar