Sabtu, 27 Mei 2017

Surga Untukmu, Mochammad Defrian (Bob)!!

"Ini adalah tulisan gue setahun yang lalu, di posting di facebook sebagai ungkapan rasa kaget, gak percaya, sedih, sekaligus kehilangan tentang satu kabar saat sahabat lebih dulu dipanggil sang pencipta."

Rabu 25 Mei 2016 di jam 13.00 lebih gue baru bangun tidur. Saat buka mata, seperti biasanya tangan ini reflex ngambil hp. Cek BBM, seketika gue lihat banyak broadcast yang menginformasikan lu meninggal Bob. Gue gelang-geleng kepala, gak percaya, sedih dan gak mau dapat kabar duka (sebenarnya) ini.

Baru saja seminggu lalu, gue chattan bareng lu Bob. Kita sempat sedikit diskusi mengenai perkembangan musik reggae. Bahkan, tambah lagi kita juga sempat adu argumen di komen Facebook menyikapi tulisan aspirasi gue tentang kebijakan pemkot yang menetralisir GOR Sukapura dari event musik. Ternyata itu jadi interaksi terakhir kita di Facebook.

Di chat bbm terakhir 10 Mei kemarin, lu bilang mau ngasih pinjam salah satu koleksi buku lu. Yang berawal dari status bbm gue saat nulis: "Dimanakah Widji Thukul?". Kamu langsung berkomentar dan menyarankan juga buat mempelajari / banyak baca sejarah TAN MALAKA.

Bob, saat gue dapat kabar wafatnya lu. Fikiran ini melayang ke bulan April kemarin. Gue gak nyangka kalo di VoiceOfReggae edisi #110 tgl 15 April 2016 adalah waktu terakhir kita bertemu. Gue gak punya firasat apa-apa, yang ada saat itu gue merasa senang karena bisa dapat kesempatan siaran bareng sama lu (lagi).

Di siaran itu lu masih semangat meski gue tahu waktu yang lu pakai untuk menyempatkan datang ke radio adalah waktu yang lu curi dari istirahat yang semestinya lu jalani.


Pertemuan terakhir di radio.
Yang terlihat berubah dari lu adalah stamina tubuh yang menurun. Di sela lagu dan comercial break, lu banyak tiduran di kursi luar studio. 


Gue pun sangat ingat, masuk jam setengah sepuluh, lu sempat bilang kedinginan dan lemes. Kalau itu lu hanya banyak minum air putih karena gue tawarin susu pun gak mau. Apalagi kopi dan rokok yang emang udah gak diakrabi lu lagi. Gue juga gak nawarin itu.

Bob, gue kira selepas itu kita bisa bertemu lagi. Gue merasa hanya bakal ditinggalin lu saat terbang ke Padang, ketika lu pergi ke tempat-tempat lain yang ingin lu kunjungi, atau lu tidak bisa ke radio karena mesti kontrol kesehatan di Rumah Sakit.

Namun takdirnya lain, Tuhan lebih cepat memanggil lu untuk istirahat tenang disisiNYA.

Bob, lu pergi meninggalkan banyak kenangan dan orang - orang yang menyayangi lu. Banyak yang sedih menerima kehilangan lu. Teman masa kecil atau teman yang baru mengenal lu pasti tidak punya pandangan berbeda tentang lu, mereka sama menilai lu sebagai orang yang baik.


Yang teringat dari Bob....
Gue mengenal Bob tiga tahun lalu sebagai pendiri IRR TASIK, orang yang gigih mendorong kemajuan musik reggae di Tasikmalaya.

Masih segar di fikiran.
Tempat awal pertemuan kita di Radio ACTARI. Gue menilai Bob sebagai orang yang supel, mudah bergaul. Terbukti, dengan bersahabatnya waktu pertemuan pertama saat itu, tanpa sungkan Bob nyeletuk: "Bram follback dong twitter IRR TASIK sama akun ACTARI!!".

Dulu, gue dan Bob bertemu dan saling kenal karena passion yang sama: memajukan musik reggae di daerah!


Dengan sebuah media di radio, kita sama punya cita-cita buat bisa mengeksplore bakat band-band local.

Hasilnya, terwujudlah dalam radio program bernama VoiceOfReggae yang mengudara perdana di jumat malam tgl 03 Januari 2014.

Awal-awal sampai enam bulanan berjalan, Bob sering menyempatkan hadir untuk siaran. Selebihnya, banyak absen karena kesibukan kuliah.


Setahun terakhir, Bob lebih sering bolak-balik Rumah Sakit mengurusi penyakit yang di derita. Itu juga jadi alasan suara Bob tidak banyak terdengar di siaran VoiceOfReggae


Namun meskipun begitu, Bob tidak pernah melepaskan silaturahim. Ketika benar-benar punya waktu yang memungkinkan untuk ke radio, Bob suka datang dengan cara mendadak. Dan itu selalu jadi surprise buat crew lain.

Sedikit penghibur dari kesedihan gue menerima keadaan ditinggal Bob, gue punya recording siaran terakhir bareng ia di 15 April 2016. Meski tetap sedih saat dengarnya,seenggaknya gue gak benar-benar kehilangan Bob terutama suaranya.

Last,
Selamat jalan kawan 'seperjuangan' dan partner terbaik: Mochammad Defrian (Bob Dep).



Karena kau orang yang baik, Surga pantas untukmu..! Amin...


Kamis, 25 Mei 2017

Bersyukur

Berawal dari nyemil makaroni, keripik pisang, kacang polong, kemudian langsung dilanjut dengan melahap semangkuk bubur ayam sebagai sarapan.

Jum'at, 26 Mei 2017
Ini adalah hari terkahir sebelum masuk bulan suci Ramadhan. Waktu masih nunjukin jam 04.30 gue udah bangun. Maen social media hingga shubuh lewat. Sambil nyemil makanan yang di awal tulisan ini udah gue sebutin hingga di jam 05.10 makan bubur.

Tiba-tiba gue pengen nulis, entah malaikat dari mana yang merasuki fikiran gue untuk berbuat sesuatu yang baik ini.

Bentar, tapi tulisan gue ini arahnya mau kemana si? *Lah nanya sendiri*

Oke santai-santai, karena sekarang mau masuk bulan suci Ramadhan. Ditulisan ini gue ingin mengutarakan isi hati *eh kalimatnya bukan gitu*. Yang bener, gue mau memanjatkan syukur luar biasa bagi Tuhan sang maha segalanya.

Alhamdulillah (beberapa jam lagi) gue bisa merasakan kembali Bulan Ramadhan. Bulan dimana yang dirindukan banyak orang. Bulan penuh ampunan, barokah, dan pastinya cerita tentang semua yang khas di dalamnya.

Banyak yang gue kangenin dari bulan Ramadhan ini. Hal utama yang paling di syukuri, masuk Ramadhan tahun ini gue masih ditakdirkan untuk menjalaninya ditengah orang-orang tercinta, keluarga!

Alhamdulillah keluarga pada sehat, dan semoga tetap disehatkan selama bulan ramadhan dan selanjutnya!

Untuk soal ini gue emang patut bersyukur bisa menjalani bulan Ramadhan bareng keluarga. Karena kalau lihat diluar sana, banyak orang yang sedih sebab harus menjalani ramadhannya sendiri. Entah sudah ditinggal wafat orang tua atau kebetulan terpisah jarak karena berbeda tempat tinggal. *nah disini ayo bersyukur*

Tinggal nunggu hitungan jam, udara bulan Ramadhan akan kita hirup bersama. Mesjid akan jadi destinasi kita semua untuk melampiaskan rindu akan Ramadhan lewat sholat taraweh. Dini hari di tanggal satu Ramadhan akan menjadi dini hari yang semangat untuk kita jalani karena ada sahur bareng disana.

Syukur yang terucap di ikuti dengan banyak doa yang terpanjat. Berharap bulan Ramadhan ini benar benar bisa di manfaatkan dengan banyak melakukan hal baik. Satu bulan penuh nanti adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan amal perbuatan. Kenapa mesti bersungguh - sungguh sekali? Karena Ramadhan selanjutnya belum tentu kita temui..!

Marhabban Ya Ramadhan 1438H..